Minggu, 10 Agustus 2008

Ijtima di tengah Hutan Pohon Kelapa


(Sholat Jumat Bersama Jusuf Kalla)

Sepinya hutan di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang siang itu seolah sirna. Jumat (8/8) kemarin, area hutan yang banyak ditumbuhi ilalang dan dipenuhi Pepohon Kelapa ini berubah menjadi lautan manusia berkenakan serba putih. Semerbak harum kasturi, hingga lantunan ayat suci pun turut menambah kekhusukan di tengah area hijau yang jauh dari rumah penduduk itu.

Menjelang Sholat Jumat, Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan pengawalan cukup ketat dari Paspampres hadir ditengah ribuan jamaah yang kerap disebut Jamaah tabligh tersebut. Yah, Jusuf Kalla didampingi Bupati Tangerang H Ismet Iskandar menghadiri Ijtimah Jamaah Tabligh yang digelar pertama kalinya di Tangerang.
Dari kejauhan, jamaah yang dikabarkan datang dari berbagai penjuru nusantara, bahkan diantaranya dari mancanegara berbaur seperti layaknya bermasyarakat di sebuah perkampungan muslim.
Para pembesar negara dan pejabat daerah pun tak ubahnya menjadi keluarga mereka. Tak ada perbedaan status, pangkat dan jabatan, apalagi saat mereka bergegas melaksanakan sholat Jum’at. Setiap bersapa diantara mereka, keramahan dan saling mengingatkan juga selalu terlontar.
“Tidak ada perbedaan dalam hal makanan ataupun tempat yang diistimewakan, karena kita semua sama di hadapan Allah,” kata salah satu jamaah Ijtima.
Menurutnya, ijtima berarti berkumpul, dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj (datang) disana, dan juga ta'lim wa ta'alum (belajar mengajarkan ilmu Agama). Diantara yang banyak disampaikan dalam bayan, masih diungkapkannya, seputar menunaikan semua rukun dan syari'ah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Sayangnya dari kejauhan, rangkaian prosesi bayan hingga ta`lim wa ta`alum pada acara Ijtima ini tidak dapat diungkap secara detil, lantaran “area perkampungan muslim” ini disterilisasi dari ekpose media.

1 komentar:

abu fadlan mengatakan...

Assalamu'alaikum kang Khomsurizal,

Sayang sekali kalau sudah sampai di sana tapi nggak ikut majelis bayan. Insya Allah acaranya seperti yang ditulis, free, open, semua orang Islam boleh hadir karena yang disampaikan adalah Kebesaran Allah, akhirat dan pentingnya usaha agama. Pertemuan mingguan untuk Jakarta ada di masjid jami kebon jeruk, jl. hayam wuruk, setiap kamis bada maghrib.

Wassalam

abu fadlan