Minggu, 13 April 2008

Pohon, Angin dan Tangisan Awam


Setidaknya dihitung pada dua pekan terakhir, tragedi mengenaskan menimpa beberapa warga yang tinggal di sekitar pohon tinggi. Loh kok?, terang saja, saat angin ribut melanda atau tiba-tiba hujan angin kencang datang menerjang, tiba-tiba juga senyuman anak kecil berubah jadi tangisan.
Pohon itu tumbang, menimpa rumah warga hingga korban nyawapun tak terelakkan. Seperti yang dilaporkan harian Tangerang Tribun, peristiwa naas terjadi di Rawabuntu pada Rabu (9/4) lalu, Yona (7) tertimpa pohon dan menemui ajalnya. Begitupun warga di jalan Pamulang, akhir pekan lalu, terpaksa menderita kerugian akibat rumahnya tertimpa pohon dan baliho saat diterjang angin ribut. Di Pasar Kemis, seorang pekerja terperangkap di semak belukar saat pohon di pnggir jalanan tiba-tiba tumbang. Di Serpong, pohon tumbang juga menimpa dua mobil eropa saat diparkir di depan pusat perbelanjaan. Dan, masih banyak lagi mungkin yang tak terlaporkan.
Dari rentetan kejadian mengenaskan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa masih banyak pohon, baliho hingga tiang listrik yang perlu diwaspadai khususnya bagi keselamatan warga. Jangan sampai, pohon-pohon rindang di pinggir jalan yang awalnya diperuntukkan untuk menaungi pengguna jalan, justru membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan itu. Oleh karenanya, intansi terkait seperti Dinas pertamanan dan Kebersihan atau pemerintah setempat mulai mendata sejumlah pohon yang rawan tumbang. Memelihara, memotong atau jenis perawatan lainnya mulai dilakukan. Apalagi, ancaman angin puting beliung hingga angin ribut masih cukup tinggi di sebagian daerah Kabupaten Tangerang ini.
Tentu, warga berharap kerindangan beberapa pohon di pinggir jalan dapat berbuah keindahan dan kenyamanan, bukan sebaliknya yakni berbuah bencana lantaran roboh menimpa harta miliki mereka.
Anehnya, pihak yang berwenang seperti “cuek bebek” tanpa mempedulikan keselamatan para warganya. Ayo pak, saatnya anda bergerak dan gak musti nunggu korban berjatuhan. Sedia payung sebelum hujan lebih baik, dibanding merapikan pohon tatkala sudah merenggut korban jiwa dan menimpa rumah warga tak berdosa.(*)

poto: santo/ tangerang tribun
caption: lokasi Yona (7), warga Rawabuntu, menghembuskan nafas terakhir setelah tertimpa pohon akibat angin kencang.

Tidak ada komentar: