Kamis, 17 April 2008

Pantai Surga itu Belum Nyata


Beberapa daerah di Indonesia, potensi wisata dapat dikelola optimal dan mampu menghasilkan Pendapatan Asli daerah (PAD) cukup besar hingga miliaran juta rupiah. Sebut saja, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, sebesar Rp 225 miliar setahun atau mencapai hampir separoh PAD setempat. Di Kabupaten Bitan, Provinsi Kepulauan Riau sektor pariwisata menyumbangkan Rp 38 miliar dari total PAD sebesar Rp 108 miliar. Namun banyak juga, daerah-daerah yang memiliki ribuan titik potensi pariwisata, dus tak mampu menjadikan pariwisata sebagai primadona bagi PAD.
Belajar dari pengalaman “menyulap” sektor pariwisata dari daerah-daerah tetangga, nampaknya di Kabupaten Tangerang juga cukup “perawan” untuk bisa “dianakturunkan” atau dikembangkan. Bahkan mungkin juga sektor pariwisata ini, menjadi andalan dalam menopang sumber keuangan bagi laju pembangunan daerah. Apalagi di Kabupaten Tangerang ini, memiliki banyak sekali potensi wisata baik berupa pantai (wisata bahari hingga kepulauan), setu, alam, alam buatan hingga juga pariwisata perbelanjaan.
Dari jenis pariwisata pantai, Kabupaten Tangerang dibelah pesisir sepanjang 51 kg lengkap dengan beberapa pulau peranakannya. Dari setu, setidaknya dipenuhi 20 setu dan lain-lainnya.
Lalu “Si Otong” akan berkata, “Siapakah yang perlu mengelola sejumlah potensi pariwisata itu? lalu bagaimana mengoptimalkannya?, Kan beberapa potensi itu tak sepenuhnya “milik” daerah ini?” dan banyak lagi mungkin pertanyaan yang kerap muncul, sehingga pihak berwenang menjadi gamang dalam mendorong sektor pariwisata itu menjadi PAD andalan.
Orang bijak, mungkin akan berkata, “Untung kita memiliki potensi pariwisata yang cukup kaya, tinggal dikelola aja”, sergahnya.
Dikabarkan oleh pelancong dari Dubai; pada awal tahun 1990-an bahwa Dubai merupakan hamparan pasir yang mungkin menurut orang awan tak memiliki kesuburuan, boro-boro akan menjadi tempat favorit bagi para tourits, tanda-tanda kehidupan saja tak nampak. Tapi saat ini, di Dubai telah berdiri hotel mewah, pulau-pulau buatan yang sejuk nan indah dan berbentuk pohon palem hingga di Dubai ini juga akan berdiri gedung tertinggi di dunia. Ternyata perubahan alam gersang menjadi alam mempesona yang mengundang jutaan tourist untuk datang ini berkat kepiawaian tokoh pariwisata bernama Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum. Ia cukup consern terhadap perkembangan pariwisata, sekaligus berpikir meraup dinar untuk membiayai pemerintahan Kota Dubai.
Perlukah kemudian Tangerang juga bertanya kepada Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum, atu Made Suryawan dari Bali, Des Alwi dari Banda, Ankudinov dari Rusia, Dedina dari Perancis hingga tokoh-tokoh pariwisata lainnya untuk membahas melimpahnya potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang tetapi yang kurang tergarap optimal ini.(*)

Tidak ada komentar: