Minggu, 18 November 2007

Pulau Umang

">" border="0" alt="" />
Sejuta Pohon, Sejuta Pesona di Pulau Umang

Memasuki Pulau Umang, Kawasan Konservasi Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang, keasrian dan sejuta pesona wisata bahari langsung terhampar nyata. Obyek wisata alternatif di Provinsi Banten ini tidak hanya lengkap dengan beraneka ragam sarana wisatanya, tetapi kian bersolek seiring ditanamnya sejuta pohon.

Laporan: Khomsurizal, Tangerang Tribun


Sabtu (17/11) lalu, sekitar 45 orang perwakilan dari berbagai media cetak nasional, elektronik dan company yang berpusat di Jakarta, antusias menanam Pohon Ketapang di tengah laut Selat Selamat Datang, tepatnya di Pulau Umang, Kabupaten Pandeglang.
Aksi mereka merupakan bagian dari Gerakan Menanam Sejuta Pohon untuk menanggulangi permasalahan penghijauan, atau yang oleh masyarakat internasional dikenal sebagai Global Warming (Pemanasan Dunia). Dengan ditanamnnya pohon ini, setidaknya mereka ikut berpartisipasi menggerakan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan keseimbangan kehidupan, mencintai alam dan melangkah pasti melakukan konservasi. “Ayo kita tanam pohon ini, selamatkan lingkungan sekitar kita,” kata Siscostelo, penyiar radio swasta.
Satu pohon ini, menambah daftar ratusan pohon ditanam dalam gerakan yang diprakarsai manajemen Pulau Umang Resort dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) bekerjasama dengan Ujung Kulon Conservation Society (UCS). Sejak tahun 2006, sejumlah tokoh peduli lingkungan ikut terlibat seperti Marzuki Usman, MS Kaban, Agum Gumelar, Ratu Atut Chosiyah, Desy Ratnasari, Ruth Sahanaya, Nafa Urbach, BUMN, sejumlah perusahaan nasional dan lainnya.
Sementara menanam Sejuta Pohon oleh 45 orang pada kesempatan itu, menjadi rangkaian puncak dari kegiatan Insight Training yang diselenggarakan manajemen Pulau Umang Resort & SPA pada tanggal 16-17 Nopember.
Sebelumnya, mereka mengikuti outbond di area Bukit Legon. Bukit Legon The Outbound Adventure berada di ketinggian Pantai Sumur dengan pemandangan laut bebas yang spektakuler. Di area outbound yang lengkap untuk aktivitas ‘back to nature’ lantaran memiliki kombinasi tracking ke bukit, rakit di sungai dan saung tradisional ini, peserta Insight Training menambah pengembangan diri, juga terlihat menikmati “persekutuannya” dengan alam. Dipandu oleh sekelompok pecinta alam yang kreatif dan profesional, outbond tidak sekedar petualangan alam bebas, tetapi mulai memahami keseimbangan kehidupan yang harus ditata sejak dini. Satu persatu game disuguhkan, diantaranya flying fox, high roof dan river trip.
Setelah menjalani game outbond, Tangerang Tribun dan peserta Insigt lainnya, menempuh perjalanan 1 mil dengan menggunakan shuttle boat menuju Pulau Umang sekitar 7 menit lamanya. Dalam perjalan meninggalkan Pulau Jawa (Main Land) itu, nampak Pulau Umang seakan-akan mendekat. Terlihat elok, dengan sinar matahari sore berkilauan indah. Tidak jauh dari Pulau Umang juga terlihat pulau kecil lainnya, ialah Pulau Panaitan dan Bukit Tangkil.
Sesampainya di Pulau Umang, keramahan manajemen Pulau Umang kepada tamunya langsung menyambut hangat. “Saya bermalam di Cottege 121 Sunrise (nama salah satu kamar-red), pesona laut sangat mengesankan,” terang Adelia, peserta Insight kepada Tangerang Tribun ketika sampai di kamar yang telah disediakan.
Selain Cottege yang berjumlah 18 buah, di Pulau Umang ini tersedia leisure SPA, swimming pool, kids pool, jacuzzy, ‘Sunrise CafĂ©’ yang menyuguhkan makanan lokal maupun internasional, function hall, meeting room, karaoke room, games room, billiard, tenis meja dan aktivitas olah raga air lainnya.
Menurut Cristian P.B Halim, pemilik Pulau Umang SPA & Resort, berbagai fasilitas wisata tidak sekadar menjadi gaya hidup yang disenangi masyarakat kota, tetapi lebih memiliki konsep back to nature dan sebagai sarana rekreasi yang menyehatkan serta bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan keseimbangan alam. “Semua fasilitas di sini bernuansa alam yang khusus dirancang untuk memperindah alam, pesona wisata, dan memberikan kemewahan bagi masyarakat,” terang Cristian.
Pesona wisata Pulau Umang tidak hanya terlihat dari atas permukaan, di dasar laut juga cukup menawan dan menyegarkan. Saat Tangerang Tribun melakukan snorkling untuk memantau sekitar laut dangkal, keseimbangan ekosistem laut terjaga cukup baik.
Dari Pulau Umang hingga Pulau Oar, terumbu karang dan berbagai spesies ikan masih bisa disaksikan.
Pulau Umang Resort & Spa mempunyai beberapa faktor yang dapat memberikan kenyamanan para wisatawan, yaitu lokasi terletak di teluk yang terlindung aman dari gelombang dari laut lepas, karena terbendung oleh Tanjung Lesung, sebelah selatan oleh Ujung Kulon, sebelah barat oleh Pulau Panaitan. “Pulau Umang pantas menjadi pilihan berwisata alam bebas yang nyaman, menyegarkan dan mengesankan,” ungkap Cristian.
Pulau Umang Resort & Spa menjadi salah satu pilihan utama untuk berlibur maupun untuk mengadakan acara meeting, seminar, company gathering, outbound team building, pelatihan, Prewedding foto, wedding party, honeymoon, maupun kegiatan lainnya sekaligus menikmati suasana alam bebas yang menyegarkan.(rj)

Tidak ada komentar: